Tampilkan postingan dengan label special moment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label special moment. Tampilkan semua postingan

08 September 2016

ThrowbackMemory : Sungkeman


Sungkem kami untuk Bapak & Ibu,
Memohon ijin & restu untuk menjadi satu,
Menjalani hidup bersama :)

#ThrowbackMemory
#1stApril2016
#Sungkeman
#AdatJawa

16 Juni 2016

He turns 35 #10June2016

Happiest Birthday to the one who I love so much,  ^_^

it won't matter growing old because age looks good on you, 

and as Billy Corgan said "we must never be apart" and so we shan't.

 Aamiin :)





Every single day that I spend being your wife, is one of the greatest blessings from Allah.

29 November 2014

Small birthday party \(^0^)/

Di ultah saia, 24 november kemarin, saia bersama teman2 D'congs, ada mbak Ina, Seprong sama Qodir, seseruan bareng di kos2an saia di bilangan Sukabumi Utara, Jakarta Barat.

Sederhananya bahagia itu salah satunya terdefinisi saat itu. Tumpukan makanan, "soju" jadijadian, empekempek palembang, mi goreng, susu...wkwkwkwk, hits banget party-nya browhhhh :D

Alhamdulillah, saia bersyukur atas kebagiaam kecil ini...semoga dikaruniai umur yang barokah. Aamiin.

Thanks D'congs... *big hug*







24 November 2014

Kini, 29 Tahun, Tersenyumlah Keiy...

29 tahun itu bagi saia adalah dewasa dan menjadi tua. Namanya juga usia, yang ada semakin menua, sudah menjadi fitrahnya begitu. Di 29 ini, ada perasaan “sendiri” yang menggelanyut selama setahun kemarin. Berpisah dengan seseorang yang hampir menjadi belahan jiwa selama bertahun – tahun, rasanya seperti separuh nyawa tercerabut dari bumi yang kemudian melayang dan menghilang ‘ntah kemana di langit. Sungguh, perjalanan hidup selama setahun ke belakang adalah masa terberat dalam hidup. Apalagi harus belajar ilmu ikhlas untuk melepaskan. Malam – malam terlewati dengan tangisan sudah menjadi ritme hidup. Rasanya siang lebih bersahabat dengan diri ini. Kerja, kerja dan kerja menjadi pelampiasan semua kesedihan. Beruntung saia masih mempunyai banyak sahabat yang bersedia menjadi tong sampah segala keluh kesah. Tapi tetap saja, saat sendiri, kembali teringat pada kenangan – kenangan itu, tanpa dikomando, otak me-rewind dengan sendirinya.

“Katakan, bagaimana aku bisa melupakan, sementara kau selalu memberiku begitu banyak kenangan.
Katakan, bagaimana aku bisa melupakan, sementara kepadamu seluruh dunia telah kuberikan.
Katakan, bagaimana aku bisa melupakan, jika kau selalu menetap di sana, seperti tak ingin pergi ke mana – mana”

Well, setahun merasakan betapa tidak enaknya merasakan kesendirian, akhirnya saia menyadari, ada begitu banyak orang dengan perasaan “sepi dalam kesendirian” di luar sana, sama dengan yang saia rasakan bahkan ,mungkin lebih parah. Sampai pada suatu kesimpulan, bahwa di dunia ini, ternyata saia tak sendiri dalam kesendirian.

Di suatu malam, saia sampai pada titik perenungan bahwa sebaik – baik manusia adalah yang mampu memberikan manfaat bagi manusia yang lainnya. Sejak itu, saia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk orang lain meski tak seberapa. Membuat orang lain bahagia menjadi misi saia untuk menyembuhkan perasaan sendiri yang sudah seperti kanker di hati. Seiring berjalannya waktu, saia yakin bahwa kanker itu akan sembuh dengan sendirinya. Obatnya saia temukan dalam diri. Dengan membahagiakan orang lain, semoga menghadirkan kebahagiaan juga bagi saia kelak. 

Tak banyak yang saia pinta di 29 ini. Jika dulu ada berderet – deret pengharapan di setiap pergantian usia, namun sekarang, deret itu mengerucut menjadi satu yaitu pengampunan. Semoga Allah mengampuni dosa – dosa yang pernah hadir dalam 29 tahun usia saia, sehingga saia kembali bisa melangkah dan melanjutkan hidup ke depan tanpa harus selalu merasa bersalah  dan menyesal atas dosa – dosa yang lalu.

Allah, terimakasih atas rahmatMu di 29 ini. BersamaMu...saia akan langkahkan kaki ini ke depan. 

Selamat menyambut semua hal baru di sana tanpa terbayang – bayangi lagi dosa dimasa lalu, Keiy...Tersenyumlah...dunia ini akan lebih indah dengan senyuman :)

17 Juli 2014

Bukber w/ MAR'S 04 & My Bestie

Buka Bareng MAR'S 04 Chapter Jakarta

Time : 12 August 2014
Venue : Eat & Eat Mall Kelapa Gading - Jakut
La Piazza MKG - Jakut






Buka Bareng My Bestie, Cindy

Time : 13 August 2014
Venue : Johnny
 






P.S : Lagi males nulis, jadi upload2 foto aja ;)

Have  a great day fellassssss ^_________________^

15 Mei 2014

The Cong's Goes to Kota Tua

*nulis sambil dengerin suara cempreng Dek Taylor Swift, dipelototin sama setrikaan setumpuk, teh Tarikk anget dan suara Mak Kost yang lagi transaksi jual tanah gak tau ama siapa. Damn!!! So perfect!!!*

Liburan hari Kamis ini, kembali, saia bareng temen2 The Cong’s jalan – jalan ke Kota Tua. Masih di sekitaran Jakarta juga, cuma lokasinya agak di ujung.

Meeting point di Halte Busway RS Medika Permata Hijau jam 08.00 yang diundur jadi jam 08.30 yang realisasinya menjadi 09.15. Sipppp!!! Indonesians!!! :D

First of all, ijinkan saia men-cipok busway berwarna orange yang kayak ulet itu. Karena sepanjang perjalanan saia kemana – mana di Jakarta, dia lah yang sangat berjasa mengantarkan saia dengan selamat, meski kadang penuh sesak, meski kadang AC-nya kurang mak-greengg, meski...ah sudah lah, yang penting I LOVE BUSWAY VERY MUCH!!!

Rute busway yang kami lewati menuju Kota Tua kali ini : Halte RS Medika Permata Hijau – Harmoni – Kota.

Dari Halte Busway Kota, kita langsung ngesot, eh, melipir jalan kaki ke area “Wisata Kota Tua” yang letaknya gak jauh dari Halte Busway Kota. Kalo masih newbie sama daerah situ, mending tanya saja ke orang – orang sekitar, pasti ditunjukin. Tour Guide kita kali ini, Febrina, yang kapan hari sudah duluan ‘ngunjungin daerah situ.

Memasuki area wisata, kita langsung disambut sama parkiran motor ;D

Jejeran orang jualan kaos yang ada tulisan “Wisata Kota Tua” segala macem, seni pahat – pahat – an, lukis – lukis – an, kalung gelang 10 ribuan dan komunitas mobil kuno yang nge-jejerin mobil – mobil kuno yang mana kalo kita mau foto disamping mobil mereka harus bayar 20 rebu (iiiisshhhhhh, kalo saia mah mending foto jejer beton deh, mobilnya juga berasa dirawat alakadarnya gitu).

Memasuki area utama, akan kita temui jejeran bangunan tua yang sekarang difungsikan sebagai museum membentuk kotak, ada semacam lapangan ber-paving ditengah jejeran bangunan itu. Ada museum wayang, museum BI, museum Fatahillah, beberapa cafe berkanopi, indomart, penyewaan sepeda ontel (yang menurut gw rugi bgt kl nyewa itu sepeda, mau sepedaan kemana coba?! Ngiderin kota tua?! Ya elah, jalan kaki aja napa, deket ini!!!), beberapa monumen dan penjual gorengan (loohhh...kq gorengan???!!!)

Berhubung hari ini bertepatan dengan libur nasional, jadi museumnya juga ikutan libur. DAMMIT!!! Rasanya pengen ngedobrak pintu museumnya deh, aslik, agak kecewa berat.

Jadi gini, menurut saia, JUSTRU pada saat hari libur begini nih, tempat macem musem DIHARAMKAN untuk LIBUR. 

Kenapa? Karena, satu, pengunjung kantoran seperti kami – kami ini JUSTRU baru bisa dengan leluasa pergi ke tempat beginian pada saat hari libur, bareng keluarga (BAGI YANG SUDAH MENIKAH) atau bareng teman2 (BAGI YANG SINGLE – sorry, capslock rusak kl nulis beginian x_x)

Dua, kalau cuma dibuka full dihari kerja (Senin – Sabtu, Minggu setengah hari) menurut saia agak gak bener, percaya deh, museum ini bakal cm disamperin sama adek – adek yang masih sekolah, yang mana bayarnya cm separo harga tiket itupun dipotong diskon lagi kalo masuknya kolektif. Saran saia sih, mending museumnya ditutup di salah satu hari kerja, Senin misalnya, jadi Minggu atau hari libur nasional bisa terbuka full time untuk public. Pasti pendapatan museum meningkat dan alokasi dana untuk perawatan museum akan berbanding lurus (jika dan hanya jika petugasnya ‘ndak korupin duitnya).

Berhubung misi kali ini gagal, jadi kita hanya bisa mem-visualisasikan area luarnya saja, Wisata Kota Tua masih ada di “Bucket List” saia dan next trip mungkin akan ke sini lagi sampai berhasil masuk museumnya satu per satu ;)


boneka yang sangat 'ndangdut sekali ;D
ketua geng, gelangnya harus beda :D
ini pose favorit gw :D (meriam "Jagur")

04 Mei 2014

WINTERMAR 5K – Run with heart (Jakarta Race Series)

Dear my little world ^_^

Minggu ini, kantor ini ngadain acara heitszz banget, “WINTERMAR 5K”, acara tahunan kantor saia. Tahun kemarin sih ikut daftar jadi runner, berhubung pada saat itu saia masih terhitung unyu – unyu dan masih malu – malu amsyong buat dateng, jadinya ter-skip-lah 5K tahun lalu.

Tahun ini? Ikut donk...secara kan udah gak unyu – unyu lagi :p

Latihan untuk 5K ini sebetulnya sudah jauh – jauh hari ada penjadwalannya dari kantor. Tiap 2 kali seminggu, latihannya bertahap, dari lari jarak 1K lanjut ke 2K dan seterusnya sampai 5K. Tapi ya, karena alasan males lah, kerjaan numpuk lah, mau kesana lah, mau kesini lah, akhirnya saia sama sekali gak latihan sampai hari H-nya. Nyahahahahaha, nekat amat neng!!! Gempor – gempor dah!!!

Eh tapi, liburan kamis kemarin sempet latihan di Monas ding, barengan ama NyoBer, Na’ & Seprong. Yang mana, saia ama seprong doank yang lari – lari (itupun 2K udah ngos-ngos-an to the max), Nyober ama Na’ mah numpang makan doank x_x

 
Well, acara 5K ini diadakan di Kebun Binatang Ragunan. Saia-nya antusias pake banget. Kenapa? Karena ini pertama kalinya saia ke Ragunan :D. Dari dulu pengen banget kesini tapi gak sempet - sempet. Dan ternyata yaa, Ragunan ini ademmmm banget, banyak pohonnya, gak bau kotoran burung seperti di Kebun Binatang Surabaya. Buat acara piknik keluarga (yang sudah punya keluarga) atau mau jogging-an aja disini (terutama buat yang lajang, macem GUWE), di sini sangat recommended.

Start lari dimulai jam 07.00, setelah sebelumnya ada acara pemanasan segala macem. Menit – menit awal, saia bisa lari kenceng, tp sampe di 300-an meter larinya mulai melambat, di 500 meter lebih  lambat lagi, di 700 meter mulai banyak orang yang nyalip – nyalip, di KM 1, udah...nyerah....jalannnnn aja lahhh :D
Di KM 2 tuh rasanya udah sama kayak jalan kaki dari Kebayoran Lama ke Pasar Tanah Abang. Pas liat penanda jarak, sambil ngos-ngos-an ngumpat “Yaelahhhhhhhhhhhhhhhhhhh, masih 2 Kilo segini jauhnyaaa” *menatap nanar*

Tapi ya,  yang namanya Ika mah gak akan nyerah. Apa yang sudah dimulai, pantang untuk berhenti di tengah jalan. Harus sampe finish!!! Jadi lah semangat lagi buat lari sambil ngencengin volume music di headset. Larinya sih gak sekenceng pas awal start tadi, tapi nyoba pasang target, tiap ngelewati 5 tempat sampah (ya elah...targetnya gak ada yg laen neng?!), kira – kira 300-an meter, boleh jalan 100 meter, terus berulang – ulang seperti itu sampai akhirnya nyampe finish jugaaaaaaaaaaaaa \(^0^)/ gak tau deh berapa menit...45 menit-an kali yaaa :D

Ndak pa2, yang penting nyampe finish juga :p



Dengan ngikut-nya saia di 5K ini, jadi menginspirasi buat kembali rajin jogging seenggaknya 2 kali seminggu deh, soalnya abis jogging, bisa bikin badan jadi ‘enteng, belajar ngatur nafas panjang – panjang dan menghadapi permasalahan hidup dengan tenang (wwhhatttttt??? Apaan nih yg trakhir???) :D

Tapi beneran deh, kalo pikiran lagi kalut, galau, stress, dsb, dst, dll...coba jogging pagi – pagi abis subuhan, trus pasang musik kenceng – kenceng, pasti jadi baikan dehhh, seakan – akan masalah itu keluar bareng kringet, halah...... ;D

17 Juni 2013

ke mantenan (lagi)

Weekend adalah hari yang paling menyenangkan sekaligus bisa jadi paling menjengkelkan buat gw. Semua tergantung dengan ada atau tidaknya acara2 happening yang memungkinkan diri ini berada di keramaian. Gak harus rame2 banget seperti ditempat dugem misalnya. Cukup dengan adanya orang lalu lalang atau berhaha-hihi disekitar, meskipun terkadang gw sudah terpuaskan dg menjadi penonton. That's all.

Well, Minggu ini jadwalnya gw kekondangan. Nikahan temen kantor lebih tepatnya. Alhamdulillah, akhirnya berkurang 1 single girl di lantai 2. Mbak Uti....congratttsssssssss. Thanks for the invitation, so I can leave "my loneliness to spend all day long at kost ;)" this sunday *derita LDR* -_-"

Jadi, rumor tentang nikahannya mbak Uti ini udah beredar dari awal gw masuk kantor ini, sekitar 4 bulanan yang lalu deh. Sebagai calon pengantin, mbak uti ini nyantai banget loh. Gemana ga' dibilang nyantai coba, 2 hari sebelum acara nikahan baru ngambil cuti, ga' ada acara pingit2an sampe ga' ada acara perawatan2 segala. Nyantai banget ga' sik?! Kalo calon pengantennya itu gw, wwuuiiihh, gak bakalan bisa senyantai itu. Kalo perlu, seminggu sebelum acara mantenan udah ngambil cuti. Semua detail harus mendekati perfect. Koq belum2 gw udh ngerasa stress ya?! *keluh*

Sekilas pandangan mata sih, acara mantenannya pake adat jawa, diliat dari pakaian si pengantin sama keluarga mempelai. Kalo prosesinya sih kayaknya engga' ada jawa2nya ya. Prosesinya sama persis seperti acara nikahan pada umumnya. Tamu dateng, ngisi buku tamu, dapet souvenir, nyemplungin amplop, salaman sama manten, makan, haha-hihi sama tamu lain (yang dikenal, kalo ada), salaman lagi sama mantennya, foto sama manten, foto narsis2an, pulang. Udah.






Hueheheheheehe, ga' ada yang salah sih dengan prosesi diatas. Cuma ada 1 yang paling penting dan kadang kita ga' sepenuhnya nyadar. RESTU. Yuppp, dengan hadirnya kita di suatu acara pernikahan, meskipun cuma cari makan enak  (ini gw banget -_-) misalnya, itu sudah sangat berarti bagi kedua mempelai. Kenapa?! itu berarti kita sudah memberikan restu dan do'a untuk pernikahan mereka. Baik itu sebagai teman, kolega, sodara, mantan pacar, mantan musuh, sebagai apapun. Semakin banyak yang datang, berarti semakin banyak pula yang merestui dan mendoakan pernikahan tersebut.
Kalimat "Selamat atas pernikahannya, mudah2an menjadi keluarga sakinah, mawaddah warohmah" itu sederhana banget untuk diucapkan namun penuh makna dan mengandung do'a jika diucapkan dg tulus.

Maunya tadi nyuri kembang manten dikeris yg cowok, lah koq kerisnya ada di belakang -_-'