Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

01 Februari 2015

Book Review : Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulia



Hi February... finally, i meet this lovable month. A month that will change my life, that f*****g loneliness will be over soon :)

Self chalenge saia bulan ini adalah #3booksInAMonth. Dua buku sudah teronggok manis menunggu giliran untuk disikat, “Bulan Terbelah di Langit Amerika” & “30 Paspor Di Kelas Sang Profesor”. Self chalenge lainnya, akan segera menyusul.

Minggu pagi ini, seperti biasa, saia kembali nge-blog ditemani alunan soundrack TV Series Jepang favorit saia “Kekkon Shinai” dan rintik – rintik hujan diluar kamar. Sabtu – Minggu ini, memang jadwal saia untuk meringkuk cantik di kamar kos –kosan setelah beberapa minggu kemarin kelayapan kemana – mana, jadilah weekend ini saia mengambil hak “me time” dan menikmati damainya sendiri di dalam kamar.

Dua hari, cukup rasanya untuk menuntaskan buku “Sabtu Bersama Bapak” karangan Adhitya Mulia. Awal perkenalan saia dengan buku ini saat membaca deretan tweet beberapa waktu lalu. Prediksi saia saat itu adalah buku ini semacem buku yang “Cetek” dengan makna seujung jari kelingking (hehe, maaf ya Mas Adhit, saia under estimate duluan). Ternyata saia salah besar, buku ini sarat makna. Parenting gudeline yang simpel dan tidak pernah hadir dalam benak saia tema dan alur cerita yang seperti ini. Great job Mas Bro!!!

SBB (Sabtu Bersama Bapak), seorang Bapak (Pak Gunawan) yang berusaha menanamkan sifat ke-bapak-kan kepada kedua putranya Satya (Sulung) dan Cakra (Bungsu) dan mengajarkan kepada Sang Istri (Ibu Itje) cara hidup mandiri tanpa tergantung kepada orang lain termasuk anak – anak setelah wafatnya sang Suami.

Pak Gunawan

Yang saia suka dari karakter Pak Gunawan adalah he’s such a good planner. Seseorang yang menjunjung tinggi prinsip “Gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan”. Bagi beliau, semua aspek dalam hidup harus sudah dirancang jauh – jauh hari. Pendidikan, financial, pernikahan & rumah tangga. Dengan adanya perencanaan, goal setting setidaknya sudah 50% tercapai, tinggal bagaimana eksekusinya.

Jadi, Pak Gunawan ini mengidap kanker, usianya didiagnosa oleh dokter tinggal satu tahun ke depan. Sedih, sudah pasti. Beliau kemudian mempersiapkan segalanya untuk keluarga yang akan ditinggalkan. Istrinya, kedua anaknya, semuanya beliau persiapkan. Kemandirian financial untuk Bu Itje dan “rekaman video” berisi petuah – petuah bijak untuk diputarkan kepada kedua anaknya setiap Sabtu. Lewat rekaman itu, mendidik anak – anaknya dengan cara yang sangat cerdas dan hangat, meskipun sosoknya tak lagi bersama mereka.

Ada yang menarik dicerita berjudul “Sulung”. Mungkin karena saia anak sulung, jadi ngepas – ngepasin banget sama cerita ini :D

Kamu anak sulung, kamu harus kasih contoh untuk adik – adik kamu.
Saya suka sedih setiap kali ada orangtua yang memberi itu kepada anak sulungnya
Kemudian beliau mencontohkan beberapa hal kepada Bu Itje dan menyimpulkan bahwa “menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik – adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orang tua untuk semua anak”

I (totally) agree, Sir!!!!! Betapa banyak anak sulung di luar sana (termasuk saia) yang selalu dibebani dengan “harus jadi panutan”, “harus sukses”, “harus rangking 1”, “harus sekolah di sekolah favorit”, “harus bayarin ini”, “harus bayarin itu” dan harus – harus yang lain. Jika harus jujur, si Sulung akan sangat terintimidasi dan berjalan seperti robot (padahal sebelumnya cantik dan luwes seperti barbie....buat yang cewek). Di keluarga saia, intimidasi seperti itu tidak terlalu banyak, meskipun ada, tapi itu masih bisa terhitung dengan jari.

Di lain cerita, rekaman sang Bapak menayangkan beliau sedang asyik bersama kedua anaknya sibuk membuat replika Kapal Induk. Imajinasi kedua anak dengan sengaja dibawa oleh Sang Bapak untuk dituangkan kedalam Kapal Induk jadi – jadian itu. Ada control tower, meriam, landasan, juga ada cerita di masing – masing area. Makanya, calon suami saia nanti setidaknya punya keahlian lebih membuat barang jadi – jadian seperti, selain saia sangat lemah dalam hail ini, anak – anak pasti lebih senang jika mainannya bikinan sendiri dibantu orang tuanya. Percaya deh, keasyikan itu akan terekam sampai kapanpun, ,eskipun mainannya hanya layang – layang.

Jaman saia masih kecil, Bapak selalu membuatkan saia & Dek Imam mainan. Ada layangan, ketapel, akuarium jadi – jadian, rumah-rumahan burun dara, pancing, mobil2an beroda dari pelepah pisang. Haha, Bapak saia sangat jago di bidang keterampilan, pekerjaan beliau sangat rapih. Sayangnya, itu tidak menurun kepada saia x_x , untuk seni dan keterampilan, nilai saia gak pernah beranjak dari angka 7, sekalinya pernah dapat 8 pas kelas 2 SMA. Untuk mata pelajaran ini, saia sangat tergantung pada beliau, I love you Dad :’)

Satya

Sosok anak Sulung kebanyakan. Cerdas, kuat, tangguh, berprestasi, dapet kerjaan bagus, patuh dan sayang keluarga. Replika umum seorang Bapak muda. Satya belajar banyak dari Sang bapak tentang bagaimana menjadi suami yang baik bagi istrinya dan mendidik ketiga anak laki – lakinya. Sang Bapak menjadi teladan yang baik bagi Satya.

Bapak Muda, Engineer di perusahaan Oil & Gas di Jerman dengan sistem On/Off shift. Berjauhan dengan keluarga, membuat kualitas pertemuan menjadi hal yang sangat berharga bagi dia dan keluarga kecilnya.

Hal yang paling saia ingat dari sosok Satya adalah saat dia mengajarkan Ryan untuk melawan penindasan (bullying) yang dilakukan teman – temannya di sekolah. Satu, dua kali, bisa kita toleransi, kali ketiga adalah batas toleransi, Ryan harus berani melawan penindasan tersebut. Bukan untuk soik jago, bukan juga untuk suatu kemenangan.

“mungkin Ryan akan kalah berantemnya. Tapi Ryan akan memenangkan hormat mereka”

Dulu, saia adalah anak perempuan dengan tingkat ke-cengeng-an diatas rata – rata. Di TK, sepanjang hari harus ada Mbak Ru yang harus nungguin & stand by di jendela/pintu kelas selama pelajaran berlangsung, jika sedetik saja saia liat Mbak Ru gak berdiri di sana, saia akan belingsatan lari keluar kelas, gak peduli guru lagi nerangin apa. Padahal si Mbak Cuma ke toilet bentar x_x

Kebiasaan itu berlanjut sampai hari pertama sekolah SD. Hanya saja sekarang saia diantar Bapak. Dimenit – menit awal, Bapak masih stand by di pintu kelas, akan tetapi setelah 15 menit, beliau sudah tidak terlihat. Daannnnn, seperti biasa, saia belingsatan lari keluar kelas, menemukan Bapak sedang berdiri di pojok depan kelas. Saia nangis. Bapak memukul lengan saya dengan buku dan mendudukkan saia di depan kelas. Beliau duduk disamping saia. Tidak banyak yang Bapak bilang saat itu, hanya “Ika, Bapak mau mengajar dulu di sekolah Bapak ya. Ika disini, belajar, gak boleh cengeng, sudah gede, malu sama teman2 yang lebih kecil, jangan jadi penakut. Jam 10 nanti Bapak kesini lagi.” Saia hanya mengangguk dan membiarkan beliau membimbing saia kembali ke tempat duduk. Berbincang sebentar dengan Wali Kelas untuk menitipkan saia kepada beliau. Wali kelas menghampiri saia dan Bapak pergi mengajar setelah yakin saia sudah bisa ditinggalkan.Sejak kejadian itu, saia gak lagi cengeng. Bahkan saia punya geng yang melawan penindasan kakak kelas, yang meski sudah pasti kalah, setidaknya saia sudah memperjuangkan hak saia & teman2 :D

Dari Satya, saia juga belajar untuk menjadi pasangan yang terbaik untuk istrinya. Dan mengingatkan saia untuk menjadi calon istri yang sholehah, sehat, menarik bagi suami, pinter masak & ibu, guru & teman bagi anak – anak kelak.

“I can’t ask for a better you,
You, however, deserve a better me”

Cakra

Satya, Kakaknya, menyebut dia Pria Tuna Asmara & Gembel Cinta. Ya, dia jomblo, 30 tahun, (mungkin) agak sedikit ganteng, grogi deket sama mahluk bernama perempuan :D

Meskipun dia termasuk pada sekelompok pria kategori culun, tapi saia suka gayanya. Untuk pria culun seperti ini, menjadi pendengar yang baik is a must. Akan ada banyak hal yang tak terduga dan “oh iya ya, betul juga”, yang terkadang kita skip dari kehidupan sehari – hari. Dengarkan setiap celotehnya dan akan kita dapati beberapa petuah bijak :) 

Dia jomblo, bukan karena tidak tertarik pada perempuan, akan tetapi dia begitu mendalami semua pesan Sang Bapak. Dia Jomblo, karena mempersiapkan pernikahannya ke depan. Di usia 30 adalah target pencapaiannya untuk merampungkan persiapan itu. Rumah, pekerjaan mapan, Financial yang sudah dipersiapkan untuk istri dan anak2nya ke depan, semuanya. Sampai di waktu dia harus mempersiapkan calon pendamping hidupnya. 

Pernikahan dari sebuah perjodohan bukannlah sesuatu yang haram atau pun memalukan. Bahkan dari sekian banyak metode untuk menemukan pasangan hidup, menurut saia, perjodohan dari orang tua adalah metode yang paling jitu dan aman.  

Satu, Orang tua tidak akan mengenalkan anaknya pada orang yang gak kuat agamanya
Dua, Orang tua tidak akan mengenalkan anaknya pada keluarga yang tidak jelas/jelek bibit & bobotnya
Tiga, ketika kedua orang tua mengenalkan anak – anak mereka, 90% kemungkinan restu sudah di tangan
Empat, persaingan dimatikan. Si laki dikenalkan pada perempuan, orangtua dari perempuan tsb akan menutup laik – laki lain untuk mendekati anak perempuannya

Beberapa cuplikan yang saia catat untuk bekal (setidaknya) persiapan mental menjelang pernikahan kelak:

“Kata bapak saya...dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama – sama kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan, karena 3 – 3 = 0 sedangkan 3 x 3 = 9”

Di lain kutipan :

“Saya pilih kamu (sebagai istri).
Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu.
Percayakan hidup kamu pada saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan batin
Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu. Baktimu sekarang pada saya.”

Begitulah, buku ini sangat mengena dan menorehkan begitu banyak pesan dibenak saia. Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga & orang lain atau setidaknya menjadi pribadi yang tidak menyusahkan orang lain, itu sudah cukup.

Hujan diluar sudah reda. Jam 1 siang. Waktunya mengisi perut, have a great weekend ;)

Reading is hot...writing is cool B-)

10 Desember 2013

#Partikel : alam, spiritual, passion & ilmu biologi dalam suatu partikel


Sudah hampir kurang lebih 5 bulan dari hari pertama saia beli novel #partikel, baru malam ini bisa tertuntaskan. Finally :) . Bisa dibilang, novel ini adalah novel pertama yg saia beli sejak kaki ini berpijak di daratan penuh sesak bernama Jakarta. Nothing special about it, just want to tell yaa :p


Zarah, nama tokoh utamanya kali ini. Disetiap novel Dewi Lestari yg saia baca, pemilihan nama tokohnya selalu membuat saia selalu terbersit “eh, seru juga kalau anak saia kelak diberi nama ini”. Selalu begitu. Dan sepertinya Dee memang benar2 selektif untuk menyantumkan nama di setiap tokoh2 rekaannya. Good job Dee.

Menjadi seorang yang berbeda mungkin sudah takdir seorang Zarah akibat eracuni oleh pemikiran dan filosofi ayahnya, itu perkiraan awal saia mengapa Zarah menjadi begitu berbeda diantara manusia di sekitarnya. Dan juga ayahnya tentu saja. Namanya juga berbeda, pasti (minimal) menjadi cemooh-an masyarakat, sama seperti orang pesakitan akibat kelainan seksual. Terlepas dari buruk atau baiknya suatu perbedaan itu.

Menghilangnya sosok seorang ayah secara tiba-tiba (seorang yg selama ini menjadi tumpuan dan tuntunan segala keyakinannya, satu2nya teman berwujud manusia yg sama berbedanya dengan dia) tanpa kata pamit tanpa jejak kaki menjadi trigger cerita ini. Kehilangan yang menuntun Zarah menjejakkan kaki mengikuti intuisinya untuk (minimal) mengendus keberadaan sang Ayah.

Berawal dari Bukit Jambul. Tempat Zarah belajar tentang spiritual yang disuguhkan alam yg hanya bisa dirasakan oleh manusia tertentu dan terpilih. Disinilah sang Ayah memperkenalkan Zarah untuk bersentuhan dengan kekuatan alam. Kekuatan yg diberikan oleh kingdom botani. Dan pelajaran biologi pun ikut andil dg tersebutnya nama dlm struktur binomial nomenclatur yg dulu saia hafalkan mati-matian saat SMP. Parahnya, saia hanya ingat Oriza Sativa x_x

Dari Bukit Jambal, passion memotretnya membawa Zarah ke Tanjung Puting, pusat reservasi Orang Utan. Disinilah kekuatan alam yg dulu didapat dari Bukit Jambal menjadi penyokong kelanjutan hidup Zarah. Passion memotret Zarah tertempa disini. Persahabatannya dengan alam sekarang tak hanya dg jenis flora, tp hewan pun bisa tertaklukkan. Ini menjadi kekuatan maha penting yg dapat menyokong passionnya. Passion yang kemudian membawa Zarah ke belahan dunia lain, London.

Terlepas dari jalan cerita novel ini, London adalah salah satu daratan impian saia untuk menjejakkan kaki disana. Setidaknya bisa berbahasa Inggris dengan aksen british yg seksi sambil menikmati kopi hitam kental dalam cangkir bunga2 disuatu sore musim gugur.

London, kota tempat Zarah mengenal dunia manusia. Seperti tarzan masuk kota, begitulah kehidupan Zarah disana. Gemerlapnya kota ini sempat membuat Zarah melompat ke kehidupan “manusia” yg sebenarnya. Ada persahabatan, percintaan, penghianatan, lingkungan sosialita, workaholic, semuanya yg tak tersentuh saat dia berada di Bukit Jambal maupun Tanjung Puting. Di London, kehidupan seorang Zarah mencapai titik puncak kejayaan gegap gempita dan sekaligus terhempas ke titik paling lebur hingga mencapai inti bumi.

Glastonbury, menjadi daerah terakhir persinggahan terakhir pencarian sosok ayahnya yang hilang. Ada takdir yang mempertemukan kembali Zarah dan spirit alam yang sempat terlupakan oleh hiruk pikuk hidupnya saat di London. Melalui spirit alam juga lah Zarah belajar memaafkan. Hasrat yang menggebu atas tanya “dimana sang Ayah berada” yang selama ini menjadi hantu disetiap langkah Zarah seketika terjawab....
___________________________________________________________
“Saya ingin bisa berhenti,” tuturku. “Entah itu jawaban, atau kesimpulan, tapi saya menanti sesuatu yang bisa membuat saya berhenti berlari. Berhenti mencari.”
“Dan jika jawabannya ternyata tidak ada? Kamu masih mau mencoba?” Tajam, Hawkeye bertanya.
“Bagi saya, ‘tidak ada’ pun adalah jawaban,” tegasku.
___________________________________________________________


Bogor menjadi tempat kembali seorang Zarah. Kembali ke pelukan keluarga dimana kekuatan cintanya melebihi kekuatan apapun di muka bumi. Hanya saja kekuatan cinta itu bisa ditemukan dan dirasakan melalui bermacam-macam proses. Dan proses setiap manusia berbeda-beda. END.

*setelah seharian hanya makan indomie goreng plus telur, perut indonesia saia berontak minta diisi nasi. Di jam segin :'(

24 September 2012

Review #maemEnak : Resto Pempek Kolecta

#maemEnak saia weekend ini, masih juga di seputaran Batam (ya iyalah...masih ngendon di sini pun!).

Berhubung weekend ini kondisi keuangan lagi SEKARAT dan mendamba turunnya hujan uang esok pagi (yg ini jujur bgt loh, didompet sisa 100ribu doang buat bertahan hidup sampe Selasa depan) #nangisDiPojokan, maka tema weekend kali ini "Gemana Caranya Biar Tetep bisa Jalan2 pake uang 50 ribu". Oke, Sipppp!!!

Well, weekend ini pilihan jatuh ke:

"RESTO PEMPEK KOLECTA"
Mega Mall Lt. 3, Batam Centre.

Ini rekomendasi si Kang Mas, dese "maksa" saia buat nyobain menu "nasi lemak" disini. Maklum lah ya, kalo di Jawa mungkin "nasi lemak" bisa dengan mudah didapet, murah lagi. Ibaratnya, tiap tikungan pasti ada warung yg nyediain menu "nasi lemak" ini. Nah, sini pan bukan Jawa ya Maaakk, jd lah kl lg ngiler "nasi lemak" butuh usaha agak keras dan pengorbanan "duit"-nya ga' sedikit :))

Enaknya disini, kalo qta "lucky", bisa dapet tempat duduk yg menghadap langsung ke laut. lamayan buat liat2an. Tadi sik ga' begitu rame ya, jadi qta bisa leluasa milih tempatnya.


Pesen menu. Awalnya emang pengen pesen "nasil lemak" seperti yg direkomendasikan, eh tapi yah, kq nasi kuning lebih bikin 'ngiler deh daripada nasi lemak. heuheuheu, jadilah saia pesen Nasi Kuning minumnya Es Dawet. Maklum, lg kangen minuman kampung halaman :))

Beda lagi sama partner in crime saia, kalo menu yg saia pesen itu ada bau2 Endonesia-nya, agak2 bau2 kampung halaman gitu, dese malah  sok2anpilih menu Chicken Katsu Bento. Haiyaaahhh, mana...mana...mana jiwa patriotisme-mu NAAAKKKK!!!! :DDDD

OOO iyyyaaa, satu lagi menu yg saia pesen, Pempek Lenggang. 

Mwuahahahaha, kalo menurut saia ya, aneh aja konsep menu di resto ini. Ada nasi lemak, pecel, gado2 + nasi kuning yg dari Jawa, ada juga sajian Pempek yg asalnya dari Palembang, sama Bento....ini dari Jepang kan ya???. Ini yg bikin aneh, resto ini semacem disorientasi (ceile...bahasanya ya...sesuatu!) konsep menu. Maksut saia, ini mau dikonsep semacem menu serba ada gitu?! tapi koq ga' semua ada?! tapi koq ya ga' lengkap?!. Trus, kalo emang mau dikonsep menu sajiannya Indonesia banget kq ada bento-nya?!. Tuh kan?! ga' jelas...





 

Haiiyyaahh, malah gantian saia yg disorientasi tulisan jadinya :)))

Oke, untuk nilainya sih cukup grade 7 of 10 lah yaaaaa, secara posisi tempat duduk yg menghadap ke laut itu bikin tenang.

OO yaa, satu yg bikin qta BeTe, pelayanannya BURUK. Pas makan tadi, Kang Mas PIC kurang saos sambal ceritanya, udah minta tambah ke mas2 pelayannya, si mas2 bilang "oke pak, saia bawakan, tunggu sebentar ya..". Eeeehh, sampe makanan qta abis pun ga' juga nongol si saos sambalnya. Kalimat "SEBENTAR" tadi refers to what? is there any different definition between Him and us?.

Ini nih yg seringnya bikin saia BeTenya minta ampun dan kapok mau balik maem disitu lagi. Meskipun rasa makanannya lumayan enak. Udah SAKIT ATI.

Mungkin buat orang lain perkara sepele ya, cuma buat saia, hak2 customer itu HARUS dan WAJIB itu diberikan sepenuhnya oleh Owner. Kenapa saia berani bilang seperti itu?! hampir 3 taun saia bekerja sebagai "pelayan" costumer (cuma beda field aja). Complain itu pasti ada dari costumer tentang "pelayanan" qta dan itu saia anggap wajar selama itu adalah HAK-nya dia dan masih dalam lingkup "KEWAJIBAN" saia/kami untuk memenuhi hak2 tersebut. Jadi saia tau betul rasanya menjadi yg di complain-in.

Nah, di Resto pun harusnya 11 - 12 keadaannya dengan perusahaan tempat saia nyangkul sekarang. Cuma bedanya, saia di Resto ini sebagai peng-complain.

Kasus saos tadi adalah HAK saia yg harus dipenuhi oleh mas2 pelayan tadi sebagai (perwakilan) penjual. Kalo keadaan seperti tadi terjadi 3 - 4 kali dalam sehari, jangan salahkan kalo penghasilan resto itu menurun sebagai imbas dari ketidakpuasan customer.

Pernah merasakan di posisi yg di-complain & peng-complain, membuat saia lebih mengerti betul untuk berusaha memposisikan diri baik sebagai custumer maupun sebagai owner.

Ibaratnya begini, saat menjadi customer, tau & ngerti hak2 apa saja yg seharusnya saia peroleh dan complain macam apa yg seharusnya disampaikan jika ada yg tidak sesuai dengan hak2 tersebut, yg pasti, sebagai customer jangan pernah ada kata "MERUGI". Kita HARUS mendapatkan apa yg sudah dibayarkan.

Saat menjadi Owner, tau, mengerti dan menjalankan semua kewajiban yg sudah menjadi deal/kesepakatan dalam suatu perjanjian dengan customer. Pastikan kewajiban yg memang kita lakukan tersebut tidak melenceng dari apa yg sudah disepakati bersama. istilahnya, saya kerjakan apa yg telah anda bayarkan, kecuali qta dengan sukarela bekerja tanpa ada imbalan. Jadi "HITAM DIATAS PUTIH" itu sudah menjadi hal wajib dalam suatu kesepakatan dan jangan pernah terucap kata "KECEWA" dari customer, karena akan berdampak buruk terhada kredibilitas kerja/pelayanan kita ke customer lainnya.

Aaaaiidaahh, udah agak ngelantur kemana2 kayaknya nih bahasannya. Heuheuheu, tapi ga' pa2, #maemEnak itu ga' seharusnya cuma ngisi perut, tp juga bisa ngisi OTAK qta dengan pelajaran sosial yg ga' diajarin disekolahan. Ya ga'?!

Selamat menyambut "SENIN" kawan and say NO NO NO for BAHENOL (Badan Hebat Otak NOL) ^_____.^


21 September 2012

NEW TOWN COFFEE RESTO #MaemEnak

Karena di kost tempat saia bernaung sekarang tidak disediakan layanan WIFI, jadilah setiap 2 minggu sekali saia harus ke "pusat kota" buat nyari sinyal WIFI. 

Pertanyaan : kenapa harus WIFI?. 

1, bisa kirim email dengan kapasitas lumayan besar secepat kedipan mata, in case, kalo mau kirim "application" via email, WIFI sangat menolong saia banget.

2, download & install update fitures Windows/Anti Virus dalam hitungan menit, bahkan detik.

3, ga' perlu nungguin bufferingnya Youtube sampe ngantuk2, apalagi kalo bukan mantengin teaser film2 baru sama video maddi Jane yg terupdate, passss banget!!!

4, jangan ditanya secepat apa buka web2 (utamanya web bangke sekelas National Geog., The Jak. Post, Kompas, femina dll yg biasanya nunggu berjam-jam kalo pake modem dirumah) dan donlot lagu2 baru. Bisa ngalah2in kecepatan cahaya :)))

iisshhhh, pokoknya, kl sudah ketemu sama WIFI, hidup itu cuma butuh 2 modal, kopi & jari. Titik.

Nah, di Batam, setelah nyoba di berbagai tempat buat hunting WIFI ketce, barulah kemaren ketemu satu tempat yangWIFInya kenceng, ga' pake 'mbambet.

NEW TOWN COFFEE RESTO.
Nagoya Hill Mall Lt. 3.

WIFInya kentceng, ga' pake' mbambet apalagi error/no service connection, colokan chargernya ada banyak (jadi loe ga' perlu rebutan sama yg laen) dan makanannya lumayan murmer (ga' nyampe 100 ribu-an lah).

Dan jadilah saya Minggu kemaren 'ngendon manis dipojokan sampe 4 jam-an. Mwuahahaha, tenang aja, ga' bakalan ada yg ngusir koq :D





Kwetiaw kuah seafood. Lumejennn lah :)))
klo pake tablet itu bukan nge-WIFI namanya, ga' PUASSSS!!!

Mantau TIM, buat cemilan. Ha?! Cemilan Kelas Berat :D
Worth it!!! New Town Smoothies yg uennddesss. JUARA!!

Tips kalo mau nge-WIFI di cafe ato resto :
  • Pilih tempat duduk yg nyaman dan ada colokan buat ngecharge.
  • Sebelum pesen makan/minum, nyalain dulu deh laptop/tablet/smartphone-nya sekalian tanyain password connection WIFI ke pelayan
  • Pas udah login, coba nyalain WIFI-nya, bisa connect ato engga'.
  • Check lagi udah bisa browsing beneran ato engga', soalnya kadang WIFInya udah connect, tp tulisannya LIMITED SERVICE. Ini nih yg bikin dongkol sama keki yg kebangetan, apalagi kalo udah pesen makan/minum. Mau pindah resto lain jg ga' mungkin. Jadinya kita bakal rugi bandar.
  • Sudah oke semua? sok atuh langsung pesen maem/minumnya :))
 "The internet is the first thing that humanity has built that humanity doesn't understand, the largest experiment ini anarchy that we have ever had"
-Erich Schmidt.

13 September 2012

D' Cost #MaemEnak

Review #maemEnak kali ini masih juga seputaran Batam. Pilihannya jatuh ke Resto D’Cost. 

Kenal D’Cost sih udah dari dulu pas jaman2 Kuliah di Surabaya. Cuma ya gitu, namanya juga mahasiswa, dompet lagi serret2nya dan namanya pas2an pasti fardu ‘ain bin wajib dilakukan di segala bidang. Termasuk kalo mau #maemEnak tp ga’ bikin dompet jerit2 harus pake strategi yg strategis. Salah satunya mantengin kalender, sapa tau ada yg Ulang Taun, trus bisa diporotin buat #maemEnak. Mmwwuuahahahaha, sukur2 kalo yg diporotin pas tajir dan bukan anak kost. 

Dulu sih, D’cost adanya Cuma di Surabaya CORET. Kenapa CORET?! Karena jauhnya ittu lohh Maaakkk, Jaaauuuuhhhh bangeetttttttttt, berasa udah bukan area Surabaya lagi deh kayaknya. 

Nah, pada suatu waktu, kebetulan banget ada temen satu Lab Mesflu yg Ultah, Dhani namanya. Kebetulan lumayan Tajir. Kebetulan bukan Anak Kost (jadi ga’ kasian2 amat buat morotinnya ;D). Kebetulan BANGET acara maem2nya di D’Cost Surabaya CORET. Dan wuussszzzhhh, akhirnya kita2 laskar pemburu #maemEnak langsung mak wuussssszzhh menuju TKP. Malam itu jadi moment bersejarah yg ngenalin saia sama D'Cost, Resto dengan Rasa bintang-bintang Harga kaki-kaki ;))))

Setelah itu, ada sekitar 2 – 3 kali lah maem disana lagi. Mahalnya sih ngga’ terlalu ya, Cuma jauhnya itu loohh, kebangetan banget. Sekarang sih D’ Cost Surabaya udah ada di Royal Plaza, jadi ga’ harus ke Surabaya CORET kalo mau maem enak ;)

Kapan hari itu, saia denger selentingan kalo D’Cost  sudah buka cabang di Batam. Oooo yyeeiiyyy, sangat WOW bgt pas denger kabar itu. Maka dari itu, hari Minggu kemaren, saia bareng Kang Corleon-Noo nyobain #maemEnak di D’Cost, Mega Mall – Batam Centre Lt. 3.



Uniknya :

Pertama sih liat desain interiornya. Kombinasi warna pastel dominasi warna oranye lembut langsung bikin saia bilang WOW (lg). Basically, saia emang penggila warna oranye lembut. Jadi untuk segi kenyamanan langsung saia kasih nilai A+ (banyak faktor subjektip nih nilainya) ;))



Kedua, mbak2 & mas2 yg nyatet menu order-an tuh lumayan canggih. Pake semacem alat PDA atau apalah itu yg langsung connect ke “tukang masak”nya di “dapur”. Jadi ga’ perlu capek2 jalan ke dapurnya lagi buat nyebutin pesenan customer. Ibaratnya pas loe ngomong “mbak, saya pesen semur jengkol seafood-nya 1 porsi ya”, ga’ sampe 5 menit semur jengkol seafood loe udah mo mateng (yyyaaa kaallleeee). Konsep ini belum pernah sik saia temuin di resto2 lain (katrookkkk!), mungkin ada lah yaaaa, cm saia-nya aja yg ga’ pernah kesana :D

Ketiga, untuk ukuran perut Indonesia, D’ Cost ini cucok bgt bwt tempat makan. Kenapa? Nasi-nya kita cuma bayar 1000 bisa makan sepuasnya pun Minum Teh-nya cukup bayar 1000-an, bisa minum sampe boossseeennnn. Murah kaannn? Jadi, kl kantong loe lagi serret, sok atuh pesen Nasi Putih + Teh tawar + sambel Balacan + Kerupuk (bawa aja sendiri dari rumah).


Empat, Toilet & wastafelnya ccyyiinnnnnnnnn, udah kayak di hotel bintang 5. Coba aja deh sekali2 loe numpang pipis di toiletnya, pasti udah berasa mo mandi aja. Eh?!

Well, 4 point itu aja sik yg unik dari D’Cost, Mega Mall – batam Centre ini. Itu sudah bagus lah menurut saia :)))

Sekarang waktunya liat menu makanannya. 
Kalo liat sekilas di daftar menu, dominasi menu seafood langsung berasa. Yah emang ini resto seafood kaleee!.


Malem itu, kami pesen : 1 porsi Ikan Gurame Bakar Rica2 + 1 porsi Omelete Seafood Asam Manis + Nasi + 1 porsi Kangkung Balacan + 2 gelas Es Jeruk Kelapa Muda.

Gurame Bakar Rica2 : Puuueeddeess sampe’ ngencesss, tp uenakkkkkk. Ga’ ada bau tanahnya.

Omelete Seafood Asam Manis : Enak. Kayak omelete biasa, Cuma ditambahin aneka mahluk laut macem cumi2 & daging ikan.

 
Kangkung Balacan : standard rasa tumis kangkung, tp tetep enak.

Es Jeruk Kelapa Muda : Nyeessss, uenakkkk. Ini baru kelapa muda. Lembut2 kenyal gitu. Biasanya sih kelapa muda abal2.


Semuanya cuman habis 100rbu-an lebih dikit. Murah kan? Coba bayangin kalo loe makan di tempat lain. Ambil contoh Pujasera depan Nagoya Hill Mall deh, iisshhhh bisa nyampe 200rbu-an dg porsi yg sama. 

Naahhh, kalo pada bingung Minggu besok mau #maemEnak dimana?! Cuusssss, ke sini aja, soalnya tempatnya luas, jadi ga’ berasa ramenya, trs bisa liat laut kalo pas duduk deket Jendela di Smoking Room. 

Wookkeeyyy, selamat #maemEnak ya temans ^______________^.