Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

05 Mei 2014

Kamu Yang Abu Abu

Ini tentang "mencintai"

Saia tahu betul tentang rasa bernama cinta

Rasa disaat kita bisa jadi pelaku pasif apalagi aktif di sisi predikat

Dicintai itu menyenangkan, karena kita tahu betul ada seseorang di sekitar kita yang setidaknya memperhatikan, bahkan sekecil apapun tingkah kita. Bisa dipastikan dia akan selalu ada disaat kita membutuhkan. Bisa juga dipastikan dia akan menunggu selama apapun itu. Berharap bahkan akan sampai pada tahap mengemis luruhnya perasaan orang yg dicintai untuk hanya sekedar senyuman. Sekali lagi, dicintai itu sangat menyenangkan.

Mencintai? menyenangkan jugakah? belum tentu! Tp bisa jadi.

Jika ada yang memilih untuk ada di sisi "mencintai", pastikan dulu kesiapan lahir dan batin sebelum memutuskan untuk mencintai.

Karena,

Akan ada malam-malam penuh tangis.
Akan ada cemburu yang tak menentu.
Akan ada isak yg entah kenapa keluar begitu saja, kapan saja dan dimana saja.
Akan ada mata panda saat bangun disetiap pagi.
Akan ada tatapan hampa saat menatap entah apa.
Akan ada rasa sungkan saat akan memulai percakapan.
Akan ada pencarian sosoknya disekitar meski hanya punggung yang ditemukan.
Akan ada penderitaan.

Jika sudah siap dengan itu semua, silakan untuk "mencintai".

Tentang saia yang mencintai kamu.

Tentang saia yang masih kebingungan dengan perasaan saia sendiri.

Tentang saia yang entah mengapa merasa nyaman saat kamu ada.

Tentang saia yang menangis dan tersebut namamu disetiap sujud.

Tentang saia yang telah mengenali kurang dan lebihmu.

Tentang saia dan semua pengharapan tentang kamu.

Tentang saia yang masih menunggu jawaban kamu karena Tuhan sudah menjawab tanya saia tentang kamu beberapa waktu lalu.

Dan

Tentang kamu yang masih saja abu - abu

Tidak hitam,

Tidak juga putih.

Jika masih juga abu - abu, entah sampai kapan saia bisa menunggu.

Yang pasti, jika suatu saat Tuhan menitahkan kaki ini untuk beranjak menjauh, jangan lagi mencari hati saia, siapkan hatimu untuk kehilangan hati yang bisa membesarkan hidupmu kelak.

Karena saia hanya manusia.

----------------------------------------------------------------------------------

Dan percakapan kita Jum'at sore itu, seakan menjawab semua keabu-abuan ini. 
Tapi entah mengapa hati ini masih ingin bertahan untuk memilih tinggal, hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
Dan saia masih (ingin) menunggu.

11 Juli 2013

Feel so failed that day

Dulu, ditempat kerja yang lama sewaktu saia masih di Batam, jabatan yang saia pegang tidak hanya berkutat dengan paper work atau hal2 yang berbau administrasi tetapi juga pekerjaan praktis, yang menuntut saia untuk terjun secara langsung ke lapangan untuk meninjau suatu proyek. Bukan, bukan suatu proyek yang besar dan maha dahsyat. Hanya proyek kecil yang berdurasi paling lama 1 bulanan. Saia tidak akan menyebutnya sebagai sesuatu yang ecek-ecek dan siprriillll. Segala sesuatu yang namanya tanggung jawab itu harus dilakukan sebaik mungkin, tidak peduli besar atau kecilnya tanggung jawab tersebut. 

3 bulan pertama, saia berusaha keras untuk beradaptasi dengan ritme kerja, alur administrasi sampai ke pergaulan sosial. Hasilnya? Sukses. Saia berhasil berdaptasi dengan ritme kerja, mengerti dan memahami alur administrasi suatu proyek sampai diterimanya saia di lingkup pergaulan sosial dengan rekan2 kerja disana. Hasil adaptasi tersebut saia nikmati sampai 2 bulan kemudian. Hingga akhirnya sampai di titik jenuh. Bulan ke-6, saia berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang membuat saia yang tadinya “kelas 12” menjadi “kelas 13”. Dan ini cara saia untuk lepas dari belenggu kejenuhan. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk saia “naik kelas”. Di bulan ke-7, saia sudah dinyatakan naik ke “kelas 13”. Dengan apa? Tentunya dengan berinovasi, menciptakan sesuatu yang baru. Ritme kerja yang selama ini adem ayem, saia buat menjadi dinamis. Saia membuat rekan kerja dan pimpinan tidak menganggap remeh posisi ini. Ya, dulunya posisi ini bisa dibilang posisi yang “cemen”, karena memang kalau saia pikir sih orang2 terdahulu tidak capable untuk berada diposisi ini. Ruang lingkup kerja saia perluas, tidak hanya menerima data mentah dari lapangan, tapi saia juga harus nyebur dan mengobservasi keadaan di lapangan dengan mata kepala saia sendiri untuk kemudian mengolah data itu sehingga dapat diproses untuk diuangkan. 

Tidak hanya ritme kerja yang saia jadikan dinamis, tapi juga alur administrasi yang tadinya berbelit dan terlalu banyak kepala yang terlibat dalam proyek “kecil” itu, saia pangkas. Ringkas dan cepat. Semua yang sekiranya bisa saia handle sendiri, akan saia kerjakan dg mandiri, tanpa perlu menunggu hasil pekerjaan orang lain. 

Berada di “kelas 13” membuat orang sekitar merasa aware dengan keberadaan “posisi” saia. Yang dulunya menganggap siapa saja bisa menjadi di posisi ini, sepertinya sekarang tidak lagi. Karena standard yang sudah saia pasang untuk posisi tersebut tidaklah main2. Baik itu standard gaji maupun standard calon karyawannya sendiri. 

Sampai di suatu saat, tepat di bulan 12, di bulan yang sama setahun kemudian saia memutuskan untuk menyudahi belajar di “sekolah” ini. Jenuh? Tidak sepenuhnya karena itu. Tetapi lebih karena saia harus “naik kelas” lagi. Di sekolah yang ini, kelas yang ada untuk saia ternyata mentok do “kelas 13”, tidak bisa naik kelas lagi. Hufffttt, ya sudah, solusinya saia harus mencari sekolah lain yang menawarkan “kelas 14”. Dan disinilah saia sekarang. Masuk ke “kelas 14”. Sudah memasuki bulan ke 5, dan saia masih di fase adaptasi. Agak lama memang. Sepertinya saia harus menyusun ulang strategi “belajar”. Strategi lama terlalu usang untuk digunakan disini.

Hari ini, saia merasa gagal. Persiapan belajar saia tidak matang. Kurang belajar, kurang observasi, kurang data dan evidence, kurang confidence, terlalu takut salah, dan tidak bisa me-manage waktu.
Ujian satu semester saia bekerja diposisi ini akan dimulai. Kesuksesan di mid semester kemarin, ternyata masih belum ada apa2nya. Besok, saya akan ada proyek “kecil” lagi. Meski agak gagal di persiapan awal hari ini, tapi pimpinan saia masih mempercayakan proyek “kecil” ini menjadi milik saia. Meskipun masih di-guide oleh senior saia, tapi tak apa, belajar itu bukan berakhir di berapa nilai akhirnya, tapi lebih ke kecepatan proses belajar itu sendiri. Tak apa gagal di persiapan hari ini, tapi besok, jangan lagi ada kata gagal.

14 Februari 2013

pegawai yg salah persepsi sama yg namanya produktif

Malem kapan itu saia sempet niat beneran untuk begadang. Entah taun kapan itu saia terakhir begadang buat nyelesein tugas kantor. Ya kan secara saia ini kategori pegawai agak rajin yah, jadinya kerjaan yg ga' habis diselesaikan di kantor, saia tenteng bawa pulang, berharap besoknya kerjaan itu pagi2 buta udah kelar.

Pemikiran dan kebiasaan itu akhirnya keterusan dg pemikiran bahwa itu semua adalah hal yg baik untuk masa depan dan patut di pertahankan.

Sampai di suatu sore tadi sepulang ngantor (dan bawa file kerjaan), saia ga' sengaja ngikutin kultwitnya Kak @ikanatassa yg lagi bahas masalah kerja yg produktif. Nah, dg segala rasa penasaran, akhirnya saia ikutin satu demi satu kultwitnya. Bahasanya enak dibaca, mudah dipahami & dewasa banget penyampaiannya.

Sampai pada point ini,

membaca line terakhir, saia sejenak berhenti dan bilang "KAMPRET!!! SIAL!!! jadi selama ini gw salah donk?? yg gw manage mati2an itu malah time-nya".

Pemikiran dan kebiasaan yg tadinya saia kira baik akhirnya menghilang tiba2. Maksudnya begini, pegawai kantoran sering bilang kalo sibuk itu artinya kita produktif dalam bekerja, bahkan saat dirumah pun masih juga disibukkan sama yg namanya kerjaan kantor. Padahal kan ya, perusahaan ga' ngeh juga sama usaha mati2annya qta itu. Yang ada, tepar hancur leburnya dikita, senang gegap gempitanya di orang lain ;(

Nah, karena ibaratnya mata udah kebuka kesadarannya, maka dari itu, mari kita beresin dokumen2 kantor yg berserakan di lantai kamar kos2an ini trs lanjut bobo' ;)

11 Desember 2012

ini tentang lelaki bermata sendu

Ini tentang lelaki bermata sendu

*mudah2an dia ga’ tau postingan ini, karena klo tau, saia bisa spot jantung mendadak*

Saia mengenalnya hanya beberapa bulan lalu dan langsung merasa jatuh hati pada mata sendunya. Tolong digarisbawahi kalimat “MERASA” - nya ya. 
Well, kalo dipikir – pikir ke belakang, rasanya hati saia ini gampang sekali jatuh pada lelaki model – model begini. Mata sendu, terlihat baik hatinya dan murah senyum. So typical, sepertinya semua perempuan juga suka dan mau bilang apa kalo sudah hati yang berbicara. Cuma ya itu, berdasarkan pengalaman saia jatuh hati kepada beberapa lelaki (meski ga’ ada satupun yg berlanjut ke arah berpacaran, karena Ajusye Oppaa-nya saia punya standard terlalu tinggi untuk dapat ditaklukkan oleh para lelaki ini), tampang bisa aja sendu kayak ga’ punya dosa & baik hati ke semua orang itu, tapi itu semua ga’ menjamin kenyamanan saat berduaan saja dengannya. Maklum, untuk masalah kenyamanan ini menurut saia sangat penting saat menjalin suatu relationship, baik itu pertemanan maupun berpacaran. 

Long story short, sudah hampir 3 bulan ini saia mengenal “lelaki bermata sendu” ini. Seiring semakin intensnya pertemuan yang melibatkan berbagai macam topik perbincangan di beberapa suasana, sampailah saia pada suatu penilaian tentang lelaki bermata sendu ini. Pun dia pastinya juga sudah punya score tersendiri untuk saia. Mungkin betapa cablaknya saia, agak tomboy, tiba – tiba ngilang trs muncul tiba - tiba, pemaksa padahal bukan siapa2, pencemburu yg terlalu dini, super duper jahil, dll, dsb, dst, dan itu terserah, dia berhak untuk menilai saia seperti itu.

=> => So far, lelaki bermata sendu ini memang agak bawel dalam beberapa hal, hanya saja kebawelan dia ini adalah dampak dari sifatnya yg cenderung tergesa – gesa dan gampang panik jika dihadapkan pada satu kondisi yg ga’ normal. Padahal diawal perkiraan saia, dia berperawakan cukup tenang, dan untuk satu ini ternyata saia salah. Pointless.

=> Dia baik hati. Memang. Ke semua orang tapinya. Well, sama sekali ga’ ada yg salah dengan baik hatinya ini. Yang salah adalah penafsiran saia yg terlalu ke-ge-er-an dg semua perhatiannya. Awalnya perhatian itu saia anggap istimewa (yg mana harusnya Cuma saia yg dapet), tetapi ternyata perhatian itu tertebar juga ke semua orang, jadi sebetulnya biasa aja kan ya?! *Ketawa* *Dalam hati nangis*. Well, time heals the pain, meski awalnya kecewa mampus, alunan musik jazz di ipod tiap pagi mampu menyembuhkan kekecewaan ini dan akhirnya menjadi biasa saja. :)

Be right back. Buka kulkas. Ambil secuil chunky bar. Ngunyah. Telen. Lanjut nulis.

=> Saat berdua, serunya perbincangan hanya terjadi saat saia hanya bisa menatap punggungnya. Saat perjalanan pulang misalnya. Tapi saat berhadap – hadap – an mata ketemu mata, kalo persentase hanya terbatas 100% maka 80% perbincangan ada diantara dia bersama smartphone-nya dan akan berhenti saat makan, baru keberadaan saia tak lagi terabaikan. See?! Membosankan? SANGAT. AMAT. BANGET. Rasanya pengen bilang “OIIYYYY, MASSSSSS, AQ DUDU’ WATU LOH!!! AJAK-EN OMONG PO’O” *ngambil paksa BB-nya, injek2, tamat riwayat si BB, puassss*. 

Mungkin ini karena kami belum mengenal terlalu lama, jadi dia-nya masih grogi ngobrol sama saia (ini prasangka positifnya) atau malah si BB lebih cantik daripada wajah saia?! *BRB. Mau Operasi Plastik Dulu*

Tragedi diatas ga’ bakalan kejadian kl saia bareng sama Ajusye Oppaa. Saat kami berduaan, mau disebelah ada cowok/cewek secakep malaekat  lagi jengking2 ato ada panggilan masuk yg urgent mampus, ga’ bakalan mengusik serunya obrolan kami. A sampai Z pasti ada dalam pembahasan, 1 sampe sejuta kali ketawa pasti jadi bumbu disetiap cemoohan. Iya, kami gila, bodoh dan kekanak – kanak – an jika berdua. Itulah romantis. *Oiiyyyy, ganti topik Oiiyyyyyyyy*.

Well, sementara 3 point diatas yg bisa saia jabarkan tentang Lelaki Bermata Sendu. Kalo ditanya, jadi kalian sekarang gemana? Jawabnya : ga’ gemana2 sih, dia itu Mas Bawel yg sanggaatttttttt baik buat saia, dan saia adalah Adek Rese’ dg segudang kejahilan yg rese’ banget buat dia (karena jahilin dia itu adalah kebahagiaan saia :D).

So, menurut saia, jangan pernah terpatok pada rasa yg tercipta di awal saat mengenal seseorang, karena dalam perjalannya, rasa itu bisa berubah arah beberapa derajat bahkan hingga 180 derajat, berlawanan sama sekali dg apa yg dirasa diawal pertemuan. Sekian.

04 Oktober 2012

DI-nisty malam ini

"Hasby".
Begitulah "lelaki pendiam yg menyebalkan" ini biasa saia panggil. a new comer, baru beberapa bulan kemaren bekerja di divisi cari mangsa (bukan divisi sejujurnya :D ). Posisi yg dulu sempat ditawarkan untuk saia, tp tertolak mentah2 karena 1 alasan : bos-nya punya muka ga' santai ;)))


Tadinya ingin menuliskan tentang "warna merah jambu" diatas, tentang si Hasby yg akhir2 ini mulai meracuni pagi hari saia. Tetapi ternyata, keadaan berbalik 180 derajat, saat saia stuck membaca catatan Dahlan Iskan di wordpress. Sebagai DI-nisty yg sangat memuja-muja tulisan2 beliau yg sangat sangat inspiratif, tentunya si Hasby dengan cepat bergeser posisinya, berganti dengan ungkapan rasa memuja saia sebagai DI-nisty, super LOL!!!! ;D ;D ;D

Seperti biasa, setiap saia baca kalimat demi kalimat tulisan itu, buncahan semangat dan berton2 endapan passion yg ada dikepala bermunculan. Bahkan saia mampu menghadirkan imajinasi di setiap kalimat beliau seperti ini : 
duduk bersila di depannya, berjejer dg orang2 yg menjadi inspirasi disetiap tulisan beliau, cangkruk (yg mana ini adalah hobi akut saia) dari malam sampai menjelang pagi (kopi hitam manis & pisang goreng/singkong rebus pasti ada), menyusun strategi HOPE untuk esok pagi. Kami bagaikan sepasukan tentara yg sedang berdiskusi di setiap malam berembun dg Pak DI sebagai Panglimanya. Kami menyebut malam itu "discuss", bukan "briefing", karena panglima kami menginginkan penyusunan strategi HOPE itu tidak hanya dari beliau tapi juga kami, sepasukan kroco2 ini jg harus ikut ambil bagian di session "brain storming" tersebut. hhuuaahhhhhhh, malam yg sangat indah jika saia bisa benar2 terlibat dalam perbincangan dg beliau.
Meski sepertinya saia belum berkesempatan untuk berjuang bersama beliau secara langsung, namun semangat Pak DI insyaallah ada dalam diri saia. Bangsa ini butuh sejuta DI untuk maju, dan salahsatunya (bisa jadi) adalah saia. Mudah2an. Amien.

Terus menulis PaK DI, saya jatuh cinta sama tulisan sampeyan ;))))


10 September 2012

itu lagi

Dear Mas NeeNoo ku sayang,

Malam ini pun perbincangan tentang "sesuatu" itupun terjadi lagi, dan akan terasa sama dengan perbincangan di malam-malam sebelumnya.

"Jalan Buntu" itupun terasa sangatlah butut yg akhirnya membuat kita menjadi terdiam dan menerawang untuk kembali meraba-raba jika mungkin ada satu celah kecil yg bisa membongkar semua kebutut-an ini.

Aku lelah dan Mas pun lebih parah lelahnya daripada aku.

Semua penantian ini, membuat kita sama-sama menyimpulkan bahwa untuk hitungan anak, harusnya usia anak itu sudah masuk kelas 1 SD di tahun ini. wkwkwkwk, itu hanya guyon yg hanya bisa menghadirkan tawa hambar dan  kemudian terbaur udara malam secepat kecepatan cahaya.

Selamat tidur sayang.

13 Februari 2012

i.n.s.o.m.n.i.a


Setelah berbulan - bulan ga' pernah lagi kedatangan si brengsek insomnia, eh, tiba - tiba aja dia dateng ga' pake permisi & ga' pake kulonuwon. 

Bagoossss!!! Bingung mau ngapain, pikiran yg ga' ada juntrungannya ditambah lagi besok itu Senin sodara - sodara SENIN, dan saia salahsatu penganut I Hate Monday (I want to cry, but I couldn't -ini yg tambah bikin nyessek-)

Great! You did great for waking me up in the middle of my nights! it has been 2 weeks....TWO WEEKS you know!!!! and I hate this... (ini nadanya nyap - nyap bgt nih, kalo ada orangnya didepan mata gw, udah gw tellen kepalanya bulet - bulet, ga' pake dikunyah!!).

Huuuffttt... saia mah ogah ya bertarung & berkecamuk dengan suatu ketidakpastian, saia mah orangnya yg pasti - pasti saja (it's just FYI) ......eerrrrgghh..... except one thing, I've locked it but I lost the key, that's why I couldn't open it anymore :(

Daripada menderita gara - gara insomnia brengsek ini, bagusan juga dengerin lagunya si Taylor Swift. Innocent. Hopefully it can slow my heart beat down.

06 Februari 2012

Something I'll miss

Kali ini...saia benar-benar butuh sekaleng Fanta dingin rasa jeruk

Menyiram hati dan pipi yg berasa anget terus

Gooodddd.....Damn! I did such a silly thing last Sunday!

Radar cupid sepertinya sedang bersiap untuk melancarkan project kombinasi "Sok atuh Diganyang, Monggo!"

Ah, akan terlalu banyak halaman kamus yg akan saia buka jika project ini berhasil

Dan akan terlalu sering bilang "ha?" atau "maksudnya apaan sih?" dan "oalaahh, itu toh" disetiap ketikan keypad


The day after tomorrow, it will be gone and I don't know how to be something you miss.


04 Februari 2012

Saia hanya ingin...


 
Bertemu sebentar saja
Dan menagih hutang rindu ini.

Tertinggal begitu saja
Tak ada memori otentik, hanya tertulis 3 baris
Dan itu cukup.

#ingin rasanya tersiram
sekaleng Fanta dingin#

21 Desember 2011

gak enaknya jadi gendut

Mau tau ga' enaknya jadi wanita "agak berisi" seperti saia? Simak cerita berikut!

Pagi - pagi nih ya ceritanya. Biasalah, saia yg wanita karir ini (hooeekk!!!), pastinya sudah stand by dipinggir jalan buat nungguin .................... ANGKOT.

Secara kantor saia sepertinya sudah bersiap untuk jadi bangke', maka dari itu, saia beserta karyawan lain yg DULUNYA dimanja-manja berangkat-pulang kerja jemput-anter pake bus karyawan yg ber-AC-eh, SEKARANG (udah beberapa taun lalu sih) harus rela sessek-nyessek di angkot, kalo ga' gitu, ya pake motor dan kendaraan pribadi lainnya, yg mana, tingkat kemacetan arah Tanjung Uncang sangatlah menggila di jam-jam segitu ataaaauuuuu nih ya kalo kitanya beruntung, pas lagi bengong nungguin angkot lewat, eh tiba - tiba aja gitu  ada "rekan kerja" yang baik hati ngasih tumpangan. Nah loh, lumayan ga' tuh?! kenapa?

satu' : hemat ongkos ccciinngg (lumayan bua beli sarapan)
dua' : nebeng kan ga' pake' beli bensin yak?! (wkwkwkwk)
tiga' : ga' perlu rempong ikutan sesssek-nyessek di angkot

Tapi yaaaaaa...itu mah kejadian cuma sekali seminggu atau bisa keitung jari kaki, istilah lainnya, kalo lagi hoki aja ;)

Mau tau hubungannya antara "nebeng-menebeng" ini dengan "wanita berisi"?

Pic. was taken from here

Jadi teorinya begini: motor atau kendaraan lainnya pastilah ada yang namanya beban angkut maksimal kan ya?! Misalnya, misalnya nih, motor normalnya bawa 2 orang dewasa dengan berat normal rata-rata 55-70 kg/orang, diatas beban itu, si motor sudah jejeritan mohon ampun. 

Nahhhh, disini nih maksut saia. Secara sini berada hampir mendekati angka membahayakan tersebut, kalo tiba-tiba ada yg dengan begitu baik hatinya memberikan tebengan, reaksi pertama bukannya jadi senneng, tapi senyum kecut dulu dan mata jadi menggerayangi motor jenis apa yg dipake orang yg baik hati itu. 

Kalo pake'nya motor bebek sejuta umat sih masih oke yah, masih bisa nafas lega aja gitu nebengnya. Nah, kalo yg pake' kayak motor matic yg joknya teramat sempit (bemper sini lumayan segede gambreng cciinn) dan motor cowok yg bokongnya jengking itu, reaksi saia kemudian adalah (kepaksa) nebeng juga (mengingat begitu pentingnya point-point di atas) sambil tahan napas berharap beban badan bisa agak me-ringan. 

Belum lagi betapa ngehe'-nya reaksi si pemberi tebengan, simak sample komen ngehe' berikut:

"Astaga Ka', kamu berat juga ya sampe' motor-q 'njomplang ke belakang begini"

"Mudah-mudahan ga' kenapa2 ya ban motornya"

"Eh, kemaren aq udah pompa ban blm ya?"

Gemana?! Anjong benner kan komen-nya?!

Itu sih komen kalo yg ditebengin temen2 sarap saia di kantor, jadi anggep aja orang sarap lg ngomong ;D

Ada juga sih yg ga komen sama sekali (kalo ini emang bener2 niat ngasih tebengan), tapi yaaaa, apa daya, kadang motornya yg komen, bunyi ngikkk-ngikk-ngiikkk ada juga yg tereak kreeekkk-krreekkk-kreekk lebih parah lagi groookkk-ngrrookkk-ggrrookk. 

Hati ini juga mulai cenat cenut kalo udah lewat tanjakan (kalo mendadak mesin mati gara2 overload, gemana coba'?), polisi tidur (apalagi kalo shock breaker-nya udah uzur) sama belokan (takut seliipp makkk!!). 

Gemana? sudah ngerti' kan hubungannya?! Jadi, tak selamanya nebeng itu menyenangkan ^________^

Esensi postingan saia kali ini sih, sini pengen curhat aja, buat orang "agak berisi" seperti saia yg mana juga orangnya sungkan-an bgt sama orang (iya lah sungkan, bisa2 motor orang masuk bengkel gara2 saia tebengin), istilah menebeng ga' boleh sering-sering dipake dan meng-angkot adalah pilihan paling bijaksana buat PP kantor - kost karena bebas asep motor jadi nyampe kantor ga' bau asep, sama yg paling penting nih, di angkot bisa tiduran lagi barang semenit-duamenit-limabelasmenit ;D

AAhhhhhh, makin cinta' deh sama abang angkot ;-*