11 Februari 2014

try to delete my memories forever

First of all, I'd like to "ngelap-ingus-abis-nangis". As usual, it happens every night lately dan sudah seperti siklus harian saia. Siang ketawa kesana kemari, malem sesenggukan kesana kesini :D

Tp 'ndak papa, phase ini masih ternikmati dengan baik koq :)
Akan tiba masanya, saia akan melepas sepenuhnya "dia" dan segala kenangan tentang "dia" dg hati yang lapang seluas samudera. Kapan?! Saat ini juga! Saat "dia" sudah terlihat bahagia bersama perempuan lain yg sesuai. Meski hanya berupa kamulflase atau apalah itu alibinya, tp berdasarkan pada pengamatan saia sejauh ini, dia sedang dalam keadaan sehat dan berbahagia. Itu sudah cukup bagi saia, karena jika diteruskan, diri saia sendiri yg nantinya malah ambruk dan terpuruk. Saia berhak bahagia juga kan?! Meski mungkin itu butuh waktu. 'Ndak papa, saia bakalan nunggu koq.

Meski ada lirik lagu begini "and I'd rather hurt than feel nothing at all", buat saia itu bulshit! Saia akan lebih memilih tidak berasa apa2 daripada harus sakit hati terus menerus. Sekali lagi, bulshit!

Dia benar, saia hanya "9x0=0". Pas, tapi tak akan pernah bisa tersempurnakan. Sekarang saia jawab, Ya! Itulah saia! Kenapa? Ada yg salah dengan hanya menjadi nol? Toh dari awal pun saia adalah nol besar dimata dia, meski dia adalah 10 dimata saia, apapun dan bagaimanapun itu.

Ajusye Oppaa, Nyoss...dua kata yang tak akan saia ingat lagi selamanya, sosok itu seperti mati tertimbun tanah merah, tenggelam di palung laut terdalam dan menghilang bagai asap. Berlebihan memang, tp saia juga ingin bahagia meski sudah lupa bagaimana caranya untuk menjadi bahagia yg sebenarnya. Bahagia yg tidak hanya sebagai topeng disiang hari tapi bahagia yg jg bisa saia rasakan saat tak ada lagi matahari.

Selamat berbahagia dg hidupmu yang telah terbarukan Ajusye Oppaa, Nyoss!
Akan menjadi munak jika saia bilang "I'm happy for both of you", because indeed, I'm not happy at all, feel angry, jealousy, and want to kill both of them.
Pardon my latest word, but no need to worry, I will not do that, it's only in my imagination. Yes! in it, I've killed them over and over ;)

2 komentar:

Muhammad Burhanuddin mengatakan...

hmm... insya Allah akan ada gantinya yang lebih baik. Sesungguhnya sesudah kesusahan itu akan datang kemudahan. Tetap semangat, dan saya tunggu tulisan2 berikutnya :)

Salam kenal dari Goodread ;)

Ika nur'afiyah handayani mengatakan...

Iya, insyaallah mengganti semua kesusahan menjadi kemudahan suatu saat nanti :)

wkwkwk, gak tau nih, akhir - akhir ini males buat nulis, lama jg 'ndak buka Goodread...

Salam kenal :)