17 Juni 2013

ke mantenan (lagi)

Weekend adalah hari yang paling menyenangkan sekaligus bisa jadi paling menjengkelkan buat gw. Semua tergantung dengan ada atau tidaknya acara2 happening yang memungkinkan diri ini berada di keramaian. Gak harus rame2 banget seperti ditempat dugem misalnya. Cukup dengan adanya orang lalu lalang atau berhaha-hihi disekitar, meskipun terkadang gw sudah terpuaskan dg menjadi penonton. That's all.

Well, Minggu ini jadwalnya gw kekondangan. Nikahan temen kantor lebih tepatnya. Alhamdulillah, akhirnya berkurang 1 single girl di lantai 2. Mbak Uti....congratttsssssssss. Thanks for the invitation, so I can leave "my loneliness to spend all day long at kost ;)" this sunday *derita LDR* -_-"

Jadi, rumor tentang nikahannya mbak Uti ini udah beredar dari awal gw masuk kantor ini, sekitar 4 bulanan yang lalu deh. Sebagai calon pengantin, mbak uti ini nyantai banget loh. Gemana ga' dibilang nyantai coba, 2 hari sebelum acara nikahan baru ngambil cuti, ga' ada acara pingit2an sampe ga' ada acara perawatan2 segala. Nyantai banget ga' sik?! Kalo calon pengantennya itu gw, wwuuiiihh, gak bakalan bisa senyantai itu. Kalo perlu, seminggu sebelum acara mantenan udah ngambil cuti. Semua detail harus mendekati perfect. Koq belum2 gw udh ngerasa stress ya?! *keluh*

Sekilas pandangan mata sih, acara mantenannya pake adat jawa, diliat dari pakaian si pengantin sama keluarga mempelai. Kalo prosesinya sih kayaknya engga' ada jawa2nya ya. Prosesinya sama persis seperti acara nikahan pada umumnya. Tamu dateng, ngisi buku tamu, dapet souvenir, nyemplungin amplop, salaman sama manten, makan, haha-hihi sama tamu lain (yang dikenal, kalo ada), salaman lagi sama mantennya, foto sama manten, foto narsis2an, pulang. Udah.






Hueheheheheehe, ga' ada yang salah sih dengan prosesi diatas. Cuma ada 1 yang paling penting dan kadang kita ga' sepenuhnya nyadar. RESTU. Yuppp, dengan hadirnya kita di suatu acara pernikahan, meskipun cuma cari makan enak  (ini gw banget -_-) misalnya, itu sudah sangat berarti bagi kedua mempelai. Kenapa?! itu berarti kita sudah memberikan restu dan do'a untuk pernikahan mereka. Baik itu sebagai teman, kolega, sodara, mantan pacar, mantan musuh, sebagai apapun. Semakin banyak yang datang, berarti semakin banyak pula yang merestui dan mendoakan pernikahan tersebut.
Kalimat "Selamat atas pernikahannya, mudah2an menjadi keluarga sakinah, mawaddah warohmah" itu sederhana banget untuk diucapkan namun penuh makna dan mengandung do'a jika diucapkan dg tulus.

Maunya tadi nyuri kembang manten dikeris yg cowok, lah koq kerisnya ada di belakang -_-'

2 komentar:

Bunda 'Aqila mengatakan...

Ika pa kbr? hehe ga sengaja nemu blog mu

Itu yang poto baju coklat Ina ya?

Ika nur'afiyah handayani mengatakan...

mbak Heniiiiii ;)

Kabr baik alhamdulillah. Iya, itu mbak ina mbak ;;)

Akhirnya, nemu anak siskal yg nge-blog juga :)